Harta Kekayaan Kombes Pol Deonijiu De Fatima yang Angkat Anak Yatim Piatu, Total Rp1,5 M Tahun 2018

Aksi Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Deonijiu De Fatima, mengangkat anak yatim piatu yang orang tuanya meninggal karena Covid 19, sudah selayaknya mendapat pujian. Anak anak tersebut adalah Muhammad Denas Wahid (12) bersama kakaknya, M Ramdani (19). Deonijiu memastikan akan memperhatikan dan memenuhi kebutuhan mereka.

Tak hanya itu, ia juga akan menanggung biaya sekolah keduanya. "Kami dari pihak kepolisian akan memperhatikan karena jadi anak yatim." "Kami akan menjadikan anak asuh untuk memperhatikan kehidupannya ke depan, sekolahnya."

"Kami akan menjadikan anak angkat anggota Kepolisian Metro Tangerang Kota," beber Deonijiu, Kamis (5/8/2021), dilansir . Kombes Pol Deonijiu De Fatima sudah menjabat sebagai Kapolres Metro Tangerang Kota sejak 16 November 2020. Sebelumnya, ia merupakan Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya.

Saat menjabat sebagai Dansat Brimob, Deonijiu melaporkan harta kekayaannya pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tertanggal 31 Desember 2018. Kala itu, kekayaan Deonijiu mencapai Rp1.556.500.000. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Deonijiu memiliki 11 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Kota Sumedang, Bogor, dan Bekasi.

Meski hartanya mencapai miliaran, Deonijiu ternyata hanya punya satu kendaraan bermotor, yaitu sepeda motor Kawasaki tahun 2011 senilai Rp10 juta. Ia juga tercatat memiliki harta bergerak lainnya sebesar Rp62,1 juta serta kas dan setara kas Rp22 juta. Dari daftar kekayaannya di atas, total harta Deonijiu adalah Rp2.004.100.000.

Namun, ia memiliki utang sebesar Rp447.600.000 yang membuat total kekayaannya berkurang menjadi Rp1.556.500.000. 1. Tanah Seluas 1820 m2 di KAB / KOTA SUMEDANG, HASIL SENDIRI Rp. 80.000.000 2. Tanah Seluas 1940 m2 di KAB / KOTA BOGOR, HASIL SENDIRI Rp. 75.000.000

3. Tanah Seluas 500 m2 di KAB / KOTA BOGOR, HASIL SENDIRI Rp. 70.000.000 4. Tanah Seluas 300 m2 di KAB / KOTA BEKASI, HASIL SENDIRI Rp. 70.000.000 5. Tanah dan Bangunan Seluas 3045 m2/40 m2 di KAB / KOTA BEKASI, HASIL SENDIRI Rp. 350.000.000

6. Tanah dan Bangunan Seluas 858 m2/336 m2 di KAB / KOTA BEKASI, HASIL SENDIRI Rp. 800.000.000 7. Tanah Seluas 450 m2 di KAB / KOTA BEKASI, HASIL SENDIRI Rp. 140.000.000 8. Tanah Seluas 235 m2 di KAB / KOTA BEKASI, HASIL SENDIRI Rp. 100.000.000

9. Tanah dan Bangunan Seluas 108 m2/36 m2 di KAB / KOTA BOGOR, HASIL SENDIRI Rp. 75.000.000 10. Tanah dan Bangunan Seluas 60 m2/60 m2 di KAB / KOTA BEKASI, HASIL SENDIRI Rp. 90.000.000 11. Tanah dan Bangunan Seluas 72 m2/36 m2 di KAB / KOTA BOGOR, HASIL SENDIRI Rp. 60.000.000

1. MOTOR, KAWASAKI SEPEDA MOTOR Tahun 2011, HASIL SENDIRI Rp. 10.000.000 Sub Total Rp. 2.004.100.000 Kakak adik asal Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Banten, Muhamad Denas Wahid (12) dan M Ramdani (19), kehilangan kedua orang tuanya karena Covid 19.

Dikutip dari , kedua orang tua Denas dan Ramdani meninggal dalam selisih waktu hanya satu pekan. Ibu keduanya diketahui meninggal pada 9 Juli 2021 lalu. Satu minggu setelahnya, sang ayah menyusul.

"Pertama yang meninggal ibu tanggal 9 Juli, seminggu kemudian ayah meninggal karena Covid 19," kata Ramdani saat mengikuti vaksinasi Covid 19 di Polsek Jatiuwung, Kamis (5/8/2021). Tak hanya ayah ibunya, sang nenek juga meninggal dunia karena terkejut mendengar kabar ibu Denas dan Ramdani meninggal. Sang nenek meninggal beberapa hari setelah ibu Denas dan Ramdani berpulang.

Berkaca dari musibah yang menimpanya, Ramdani mengimbau agar masyarakat tak menyepelekan Covid 19. "Jangan anggap sepele sama penyakit ini karena saya sendiri mengalami." "Orang tua tidak ada, makanya mencegah saja masker dipake kalau bisa dobel," ujarnya.

Mengetahui kabar mengenai Denas dan Ramdani, Kombes Pol Deonijiu De Fatima pun langsung turun tangan. Kapolres Metro Tangerang Kota ini mengangkat keduanya sebagai anak angkat. Ia juga menjamin kehidupan dan pendidikan Denas dan Ramdani.

Leave a Reply

Your email address will not be published.