Rumah Berada di Cuaca yang Lembab dan Dingin? Ikuti Tips Waterproofing Ini!

Udara yang kering dengan suhu sedang memang bisa membantu proses pengaplikasian cat waterproofing. Dengan demikian, cat tersebut bisa lebih mudah kering. Pengerjaan pun menjadi lebih efisien.

Namun, tak semua rumah mempunyai kondisi lingkungan seperti demikian. Tak perlu khawatir karena ada berbagai tips yang bisa Anda perhatikan bila ingin mengaplikasikan pelapis ini di sana. Simak ulasan di bawah ini untuk mengetahuinya!

Tips Aplikasi Cat Waterproofing untuk Rumah Lembap serta Dingin

Berbagai bentang alam dapat ditemukan di negara ini. Salah satunya adalah dataran tinggi. Umumnya, dataran tersebut mempunyai kelembapan udara tinggi yang diikuti dengan rendahnya suhu permukaan.

Hal ini bisa menjadi masalah bila Anda ingin mengaplikasikan pelapis anti air pada suatu rumah di dataran ini. Hal ini disebabkan oleh tantangan yang menghantui, seperti:

●      Risiko Tumbuh Jamur dan Lumut

Kelembapan yang tinggi membuat jamur dan lumut tumbuh dengan baik di lantai atau dinding. Terlebih lagi, hangatnya sinar matahari juga tak selalu terasa di sana. Hal ini akan semakin parah bila cuaca sedang tidak bersahabat atau kabut turun.

Akibatnya, lapisan anti air bisa menjadi cepat rusak sehingga tak mampu melindungi bangunan secara maksimal. Estetika bangunan juga akan menurun. Keselamatan keluarga pun bisa terganggu karena lumut membuat lantai lebih licin.

●      Banjir dan Genangan Air

Curah hujan tinggi bisa dialami oleh masyarakat yang tinggal di kondisi lembap dan udara dingin. Akibatnya, genangan air di sekitar bangunan akan muncul, baik dalam jumlah besar ataupun kecil.

Bila hal ini terjadi dalam waktu lama, air tersebut akan menekan lapisan beton sehingga dapat masuk ke celah yang tak terlindungi cat waterproofing dengan baik. Alhasil, rembesan dan kebocoran pun bisa muncul.

●      Perubahan Suhu Membuat Material Pengembang dan Menyusut

Setiap material bisa mengembang dan menyusut karena perubahan suhu. Begitu pula beton dan lapisan waterproofing. Hal ini akan semakin terasa di dataran tinggi karena adanya perubahan suhu ekstrem.

Bila material yang digunakan tak elastis, maka fungsi lapisan anti air akan menurun. Alhasil, ia tak bisa menahan penetrasi air dengan baik lagi. Selain itu, lapisan tersebut juga mudah retak.

Tips Waterproofing Area Lembap dan Dingin

Tantangan-tantangan di atas memang bisa membuat stres terutama bagi yang belum berpengalaman. Namun, Anda tak perlu khawatir karena berbagai tantangan ini bisa diatasi dengan menerapkan tips waterproofing berikut:

●      Pilih Material Waterproofing yang Sesuai

Sebelumnya, Anda sudah tahu apa yang terjadi bila memilih material sembarang dan tidak elastis. Ya, material tersebut akan mudah rusak sehingga Anda perlu melakukan perbaikan secara berulang. Tentu ini akan menguras biaya, waktu, dan tenaga.

Maka dari itu, Anda perlu mencari bahan elastomerik. Bahan ini bisa berkontraksi dan ekspansi secara lebih baik tanpa mudah retak. Selain itu, pastikan bahwa Anda memilih produk yang lebih tahan terhadap perubahan suhu.

●      Perhatikan Sambungan dan Konstruksi

Perlu Anda ketahui bahwa ada sejumlah titik rawan kebocoran yang patut diantisipasi. Misalnya adalah sambungan antar material, pertemuan antara dinding dan lantai, hingga sudut-sudut ruangan.

Cara mengantisipasinya cukup sederhana, yakni melapisi titik-titik tersebut dengan membran khusus sebagai pendamping cat waterproofing. Dengan demikian, rumah tak mudah terkena rembesan dan bisa menjadi perlindungan ekstra.

●      Lakukan Perawatan Rutin

Tips lain yang perlu Anda perhatikan adalah mengecek kondisi waterproofing secara berkala. Pastikan bahwa lapisan tersebut tak terkelupas, ditumbuhi jamur, lumut, mengalami kebocoran, dan masalah lainnya, terutama setelah musim hujan.

Bila ada masalah sekecil apapun, maka jangan ragu untuk segera memperbaikinya. Hal ini dapat mencegah masalah tersebut berkembang menjadi lebih serius. Jadi, biaya, tenaga, dan waktu untuk merenovasi rumah secara total bisa diminimalisir.

●      Gunakan Lapisan Pelindung Maksimal

Anda perlu menyiasati kondisi rumah dengan menggunakan lapisan pelindung secara maksimal. Bila perlu, aplikasikan beberapa lapis untuk melindungi rumah. Misalnya adalah cat primer, waterproofing, dan top coat.

Lapisan-lapisan ini dapat memberi perlindungan secara lebih maksimal pada rumah karena meningkatnya daya tahan terhadap terkanan dan kelembapan. Anda pun tak perlu khawatir struktur bangunan lekas rusak.

●      Pastikan Drainase Baik

Sebelumnya Anda sudah mengetahui bahwa curah hujan yang tinggi bisa menyebabkan genangan. Genangan ini akan merusak struktur rumah bila dibiarkan terlalu lama.

Maka dari itu, Anda perlu memastikan bahwa sistem drainase di sekitar rumah berfungsi dengan baik. Bila perlu, bangun sistem tersebut sedemikian rupa agar terhindar dari hal-hal yang tak diinginkan.

Melindungi Rumah Bersama Sika

Rumah dengan cuaca lembap dan suhu dingin memang memberikan tantangan tersendiri dalam mengaplikasikan lapisan anti air. Bagaimanapun juga, tantangan tersebut tetap dapat diatasi dengan baik. Terlebih lagi bila Anda menggunakan waterproofing yang berkualitas.

Salah satu cat anti air yang berkualitas adalah SikaCoat Plus. Cat ini tahan alkali, mudah diaplikasikan, mengurangi waktu pengerjaan, elastisitas tinggi, bisa menutup dengan sangat baik, serta kedap air.

Selain itu, cat ini juga mempunyai stabilitas UV yang sangat baik dengan kemampuan untuk menutup retak. Menariknya, konsumsinya juga rendah dan bisa diencerkan dengan air sebesar 10%.

Sika adalah pencetus semen waterproofing pertama di Indonesia. Selain itu, Sika sudah berpengalaman selama 114 tahun dalam menangani berbagai proyek global. Misalnya adalah Studio dan Apartemen OurDomain di Amsterdam, Belanda.

Itulah berbagai kelebihan dari cat waterproofing Sika. Tertarik dengannya? Klik di sini untuk informasi selanjutnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *